Deksametason merupakan obat kortikosteroid yang efektif dalam mengatasi peradangan dan reaksi alergi parah.
Sebagai agen antiinflamasi, deksametason bekerja dengan menghambat respons imun tubuh yang berlebihan.
Obat ini sering digunakan untuk berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan peradangan dan alergi.
Deksametason berfungsi menekan produksi zat penyebab peradangan dalam tubuh.
Dengan mekanisme ini, deksametason mampu meredakan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri akibat inflamasi.
Obat ini sering diresepkan untuk mengatasi penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
Selain itu, menurut PAFI Jakarta Utara deksametason digunakan dalam kasus reaksi alergi parah, seperti anafilaksis dan angioedema.
Deksametason juga bermanfaat dalam pengobatan penyakit pernapasan, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Dalam kondisi tertentu, obat ini dapat diberikan untuk meredakan peradangan akibat infeksi, meskipun penggunaannya harus hati-hati.
Deksametason tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk tablet, sirup, suntikan, tetes mata, dan salep.
Dosis yang diberikan bervariasi tergantung pada kondisi medis yang ditangani dan respons pasien terhadap pengobatan.
Pada orang dewasa, dosis deksametason biasanya berkisar antara 0,5 hingga 9 mg per hari.
Dosis untuk anak-anak disesuaikan dengan berat badan, yakni sekitar 0,02 hingga 0,3 mg per kilogram berat badan per hari.
Pemakaian deksametason harus sesuai dengan petunjuk dokter guna mencegah risiko efek samping.
Efek samping yang umum terjadi meliputi peningkatan nafsu makan, perubahan mood, dan gangguan tidur.
Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, dan gangguan adrenal.
Selain itu, penggunaan deksametason yang tidak sesuai dosis dapat menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi karena efek imunosupresan.
Pasien dengan riwayat diabetes harus berhati-hati karena deksametason dapat meningkatkan kadar gula darah.
Interaksi obat juga perlu diperhatikan, terutama jika dikombinasikan dengan antikoagulan, diuretik, atau obat antidiabetes.
Bagi ibu hamil dan menyusui, penggunaan deksametason harus berdasarkan pertimbangan medis yang matang.
Deksametason memiliki manfaat yang signifikan dalam dunia medis, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan pengawasan dokter.
Obat ini tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan efek samping berupa insufisiensi adrenal.
Sebagai kesimpulan, deksametason adalah obat kortikosteroid yang sangat efektif dalam mengatasi berbagai kondisi peradangan dan alergi.
Namun, efek samping dan risikonya tetap perlu diperhatikan agar penggunaannya aman dan optimal.